Edisi 26 September 2026Makan pelan, jalan jauh.
← Rasa NusantaraJalan-jalan

Menyeberang Ketapang ke Gilimanuk: setengah jam yang terasa seperti pintu masuk Bali

Selat sempit, kapal pelan, dan pelajaran sabar.

Kalau kamu ke Bali lewat darat, perjalanannya berakhir, atau dimulai, di sebuah selat yang sempit. Dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana jaraknya tidak jauh. Kapal feri yang menyeberang bergerak pelan, dan pelayarannya terasa seperti jeda yang pas antara Jawa dan Bali.

Kapal berangkat hampir sepanjang hari dan malam, mengangkut bus, truk, mobil pribadi, sepeda motor, dan pejalan kaki. Penumpang bus biasanya tetap di dalam bus atau naik ke geladak atas. Yang naik dengan sepeda motor memarkir di lantai bawah lalu mencari tempat duduk di atas. Pejalan kaki membeli tiket di loket terpisah dan langsung masuk kapal.

Baca juga: Bus malam antarkota untuk pemula: tidur, berhenti makan, dan tiba sebelum subuh

Bagian paling menyenangkan adalah geladak terbuka. Di sana angin laut kencang, ada warung kecil yang menjual kopi sachet dan mi instan, dan ada pemandangan dua pulau yang saling mendekat. Di pagi hari kamu bisa melihat gunung-gunung Jawa Timur di belakang dan garis pantai Bali Barat di depan. Di malam hari, hanya lampu-lampu pelabuhan dan bintang.

Antrean kendaraan bisa panjang saat libur panjang, dan itu bagian dari pengalamannya. Tidak ada yang bisa dipercepat. Orang membuka bekal, pedagang asongan lewat menawarkan tahu dan kacang rebus, dan semua menunggu dengan sabar yang khas pelabuhan.

Setelah tiba di Gilimanuk, ada pemeriksaan kartu identitas sebelum keluar pelabuhan. Siapkan sejak di kapal. Lalu perjalanan menuju Denpasar masih panjang, melewati hutan Taman Nasional Bali Barat yang hijau. Tapi itu cerita lain.

MS
Mega SuryaniMega mendirikan Rasa Nusantara pada 2022 dan menulis enam belas artikel hingga 2025, dimulai dari kisah sambal di dapur neneknya. Ia berhenti menulis untuk mengurus kebun rempah keluarga, tetapi masih mencicipi setiap resep baru yang kami kirimkan kepadanya.
Dapatkan tulisan baru Rasa Nusantara lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.