Pesisir barat Lampung dari Krui ke Tanjung Setia: jalan pantai yang sepi di awal kemarau
Rute pantai yang panjang, ombak yang menarik peselancar, dan kota kecil yang belum terburu-buru.

Lampung sering dilewati sebagai pintu masuk Sumatra, bukan tujuan. Pesisir baratnya, yang membentang dari Bengkunat di selatan sampai Krui dan ke utara menuju perbatasan Bengkulu, adalah pengecualian yang pantas diperjuangkan. Jalan lintas barat menyusuri pantai berpasir panjang dengan laut lepas Samudra Hindia di satu sisi dan perbukitan Bukit Barisan Selatan di sisi lain.
Dari Bandar Lampung, perjalanan darat ke Krui menembus pegunungan Liwa dan memakan sebagian besar hari. Jalannya berkelok dan beberapa bagian sempit, tetapi aspalnya umumnya baik. Mobil travel dan bus kecil melayani rute ini, dan sewa mobil dengan pengemudi memberi kebebasan untuk berhenti di pasar Liwa atau di tepian pemandangan yang terbuka setelah hutan.
Baca juga: Jalan darat Flores dari Labuan Bajo ke Maumere: lima hari tikungan, kabut, dan kopi
Krui, Tanjung Setia, dan deretan pantai
Krui adalah kota kecil pesisir dengan pasar, pelabuhan nelayan, dan jajaran warung yang menjual ikan bakar sore hari. Dari Krui ke selatan, pantai berganti nama setiap beberapa kilometer: Labuhan Jukung di dekat kota, lalu Tanjung Setia yang dikenal peselancar karena ombak panjangnya, Mandiri, Way Jambu. Penginapan sederhana berbaris di pinggir pantai, sebagian dikelola keluarga setempat, sebagian oleh peselancar yang memutuskan tinggal. Yang tidak berselancar bisa berjalan di pantai saat surut, memesan kelapa muda, dan menunggu matahari turun ke laut.
Musim, makanan, dan sikap
Akhir Juni adalah awal musim kering, saat ombak di pesisir barat paling konsisten dan langit sore paling sering terbuka. Makanan di sini sederhana dan dari laut: ikan bakar, pindang, dan seruit, cara orang Lampung makan ikan dengan sambal dan lalapan. Damar mata kucing dari kebun repong di sekitar Krui dijual di pasar, dan kebun damar itu sendiri bisa dikunjungi kalau Anda bertanya dengan sopan.
Pesisir ini tenang karena belum banyak yang datang, dan menjaga ketenangannya sebagian ada di tangan tamu. Bawa kembali sampah sendiri, bayar harga yang disepakati tanpa menawar berlebihan di warung kecil, dan tanya sebelum memotret nelayan atau anak-anak. Pesisir barat Lampung akan membalas dengan pantai yang hampir hanya untuk Anda.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.