Resep pisang goreng renyah: pisang yang tepat, adonan tipis, dan minyak yang benar-benar panas
Gorengan paling sederhana di Indonesia ternyata punya tiga keputusan yang menentukan hasilnya.

Pisang goreng ada di mana-mana, dari gerobak depan sekolah sampai meja kafe. Justru karena sederhana, perbedaan antara yang lembek berminyak dan yang renyah berlapis menjadi sangat terasa. Tiga hal yang menentukan: jenis pisang, kekentalan adonan, dan suhu minyak.
Memilih pisang
Baca juga: Resep ayam woku belanga: dapur Minahasa yang mengandalkan daun, bukan santan
Tidak semua pisang cocok digoreng. Pisang kepok adalah pilihan paling umum karena dagingnya padat dan tidak hancur saat panas; rasanya manis sedang dengan sedikit asam. Pisang raja lebih manis dan harum, cocok untuk yang suka pisang goreng yang hampir seperti kue. Pisang tanduk, yang besar dan panjang, dipotong miring dan memberi tekstur paling lembut. Hindari pisang ambon atau pisang cavendish; terlalu lunak dan berair, hasilnya lembek.
Tingkat kematangan juga penting: pilih pisang yang kulitnya sudah kuning penuh dengan sedikit bintik cokelat, tetapi masih keras saat ditekan. Pisang yang terlalu matang menyerap minyak dan pecah.
Adonan yang tipis dan dingin
Bahan untuk sekitar satu sisir pisang kepok: tepung terigu serbaguna, tepung beras dengan takaran kira-kira seperempat dari terigu, sejumput garam, sedikit gula, dan air dingin. Tepung beras membuat kulit renyah dan tidak melempem; sebagian orang menambahkan sesendok tepung tapioka untuk hasil yang lebih bergelembung. Aduk hanya sampai tercampur, jangan sampai licin; adonan yang terlalu lama diaduk menjadi liat.
Kekentalannya seperti susu kental: ketika pisang dicelup dan diangkat, adonan harus melapisi tipis dan menetes pelan, bukan menggumpal. Adonan yang terlalu kental membuat kulit tebal dan dalamnya mentah. Air dingin, bahkan air es, membantu kulit mengembang renyah ketika bertemu minyak panas.
Minyak dan cara menggoreng
Gunakan minyak yang cukup banyak agar pisang terendam, dan panaskan sampai setetes adonan yang dijatuhkan langsung mendesis dan mengambang dalam hitungan detik. Masukkan pisang satu per satu, jangan terlalu banyak sekaligus karena suhu minyak turun dan pisang menyerap minyak. Goreng dengan api sedang sampai kuning keemasan, balik sekali, lalu angkat dan tiriskan berdiri di saringan, bukan di atas tisu yang justru mengurung uap.
Pisang goreng paling enak dalam sepuluh menit pertama setelah diangkat. Taburan keju parut atau siraman gula aren cair boleh saja, tetapi pisang goreng yang digoreng dengan benar tidak membutuhkannya.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.